PESONA INDONESIA || Ada yang menarik perhatian pengunjung dalam acara Welcome Party penyambutan siswa baru program Rotary Youth Exchange di SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya pada Kamis, (06/08/26).
Keluarga besar Smamda Surabaya menyambut kedatangan Lucy Filipczak siswa Student Exchange dengan tarian tradisional bernama Indonesia Menari dibawakan oleh siswa siswi yang tergabung di Smamda Dance.
Penari tersebut adalah Tiara Ayu (18) kelas XII, Darnia Qurratuain (16) kelas XI, Alicya Al Hayyu (16) kelas XI, Syaza Qonita (15) kelas XI dan Anaya Neila (15) kelas XI.
Tiara Ayu selaku Leader mengaku bangga dan senang bisa tampil untuk menyambut kedatangan tamu sekaligus sahabat baru asal The United States of America (USA) yang akan menjadi siswa di Smamda Surabaya.
“Tarian Indonesia Menari ini menjadi bagian kegiatan ekstra kulikuler di sekolah. Dimana, selalu hadir dalam acara acara penyambutan,” kata Tiara usai menari di acara Welcome Party.
Menurut Tiara, Indonesia Menari ini biasanya ditampilkan dalam bentuk tarian massal dengan koreografi yang menggabungkan beberapa tarian tradisional dan modern. Sehingga, tampak terlihat cantik dan mempesona.
“Capek itu pasti. Tapi kami semua sangat menikmati dan bangga bisa menampilkan tarian terbaik Indonesia untuk menyambut tamu kehormatan. Terlbih lagi ada siswa baru dari luar negeri. Ini menjadi suatu kehormatan bagi kami,” terangnya bangga.
Lucy Filipczak (16) mengaku takjub dan kagum bisa melihat secara langsung tarian Indonesia Menari. Ia baru percaya Indonesia memang kaya akan aneka budaya dan seni. Tidak hanya melihat dan membaca dari berita maupun media sosial.
“Luar biasa. Saya benar benra bangga bisa hadir di Smamda Surabaya. Disambut hangat oleh keluarga besar Smamda Surabaya dan disambut dengan tarian megah yang bikin saya takjub,” tandas Lucy.
Selain belajar bahasa Indonesia, lanjut Lucy, ia ingin mempelajari budaya dan seni lokal yang ada di Indonesia. Termasuk, belajar tarian tradisional.
Kepala Smamda Surabaya, H. Mukhlasin, S.T., M.Pd., menjelaskan, program Rotary Youth Exchange ini menjadi sarana bagi siswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan beradaptasi dalam lingkungan internasional.
“Untuk itu, siswa Student Exchange seperti Lucy Filipczak tidak hanya tumbuh sebagai warga negara Indonesia, tetapi juga menjadi global citizen yang peduli terhadap berbagai isu dunia, seperti perdamaian dan perubahan iklim,” ungkap . Mukhlasin.
Mukhlasin juga menegaskan bahwa program pertukaran pelajar juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam yang ramah, toleran, dan menjunjung tinggi perdamaian.
Perlu diketahui, Rotary Youth Exchange merupakan program pengalaman yang diberikan bagi siswa berusia 15 – 18 tahun untuk belajar di luar negeri sambil merasakan langsung bdaya lain, mempelajari bahasa baru dan menjadi warga global. (*)
- Penulis : Mandala Saputra
- Foto : Mandala
- Editor : Tulus Widodo
